logo


Selamat Datang

Sample ImageUsaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi negara berkembang.  Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu bentuk UKM yang dapat dianggap sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dan regional (daerah), karena berpotensi dalam memberdayakan semua sumber daya yang ada dan mendorong tumbuhnya pengembangan kewirausahaan.

 

 


IKM diharapkan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan didukung oleh kompetensi tertentu melalui suatu pengorganisasian dan pemanfaatan faktor sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam, teknologi skala ekonomi dan diferensiasi produk melalui suatu konsep holistik dan terpadu yang memiliki keunikan.  Untuk itu, Prof. Musa Hubeis, Guru Besar Ilmu Manajemen Industri IPB, terpanggil dalam menjawab tantangan tersebut  dengan melalui penyelenggaraan Program Studi Industri Kecil Menengah (PS MPI) berkualifikasi Magister (S2), untuk mempersiapkan ketersediaan manusia  SDM terampil dan profesional, yang didukung oleh kemampuan teknik, manajerial dan entrepreneurial segera terap.

Program Studi (PS) Magister Profesional Industri Kecil Menengah (MPI) atau PS Industri Kecil Menengah merupakan program multidisiplin di bawah koordinasi Sekolah Pascasarjana berdiri sejak 5 Desember 2000 dan dibuka dengan resmi pada 8 Oktober 2001, serta hingga saat ini telah mencapai Angkatan 16, dengan total penerimaan 299 mahasiswa diantaranya telah lulus sebanyak 235 orang dengan gelar MP. Program ini telah terakreditisasi  BAN PT dengan nilai A (sangat baik) untuk masa berlaku Mei 2012-Mei 2017.

Berikut ini disampaikan beberapa hal pokok tentang penyelenggaraan PS MPI :

  1. Masa studi berlangsung 13 bulan, terdiri 1 bulan matrikulasi, 9 bulan (3 triwulan) perkuliahan dan 3 bulan (1 triwulan) penyelesaian tugas akhir.
  2. Penerimaan/seleksi mahasiswa dilakukan 2-3 kali per tahun, dengan ketentuan melengkapi berkas sesuai ketentuan SPS IPB, disamping persyaratan seperti TPA (skor 400), TOEFL (skor 450), wawancara dan sinopsis. Hal lainnya, peserta berasal dari lulusan S1 maupun D4 dari berbagai latar belakang keahlian, baik internal IPB dan eksternal (perorangan, instansi pemerintah dan swasta) dengan masa kerja +2 tahun dan IPK minimal 2,5 (skala 1-4) atau 6,25 (skala 1-10). Sesuai dengan evaluasi penyelenggaraan Belajar-Mengajar dan Rencana Penerimaan Mahasiswa Baru pada tahun 2003 (Angkatan 4) pada 3 September 2003 dan Lokakarya PS MPI dengan Stakeholder yang difasilitasi SPS IPB pada 9 Agustus 2004, maka disepakati bahwa untuk penerimaan angkatan berikutnya (Angkatan 5 hingga 9) didasarkan pada berkas sesuai ketentuan SPS IPB, wawancara dan sinopsis, karena dari kedua kegiatan tersebu telah teruji bahwa TPA dan TOEFL dapat digantikan oleh bentuk-bentuk persyaratan lainnya melalui cara pembobotan (misal, mengambil bahasa Inggris sebagai mk. wajib untuk mengganti nilai TOEFL dan TPA didasarkan pada wawancara teknis, disamping memperhatikan lama masa kerja dan asal PT).
  3. Kurikulum. Selama + 6 tahun keberadannya, PS MPI telah melakukan 4 kali perubahan kurikulum, yaitu penambahan (1) mk. Seminar, (2) mk. Bahasa Inggris menjadi mk wajib (sebelumnya hanya matrikulasi), sehingga dapat menggantikan persyaratan TOEPL bila mahasiswa mendapatkan nilai B, (3) pertukaran sekuens mk dan mk. Kolokium dan (4) mk. Matrikulasi bagi lulusan D4. Hal lainnya, diawal pendirian memiliki beban kredit sekitar 48 skt (36 sks) di luar matrikulasi 9 skt dan pada saat ini 52 skt (39 sks) di luar matrikulasi 7-12 skt. Dengan telah terakreditisasinya program ini, maka perubahan kurikulum terakhir (perubahan ke-4 dibakukan). Kurikulum tersebut didasarkan pada kompetensi keilmuan, kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
  4. Penyelesaian studi. Untuk tahap ini, PS MPI menetapkan bahwa (1) mahasiswa harus mencapai IPK 3,00 dari keseluruhan mk yang diambil, (2) menyelesaikan proposal (tugas akhir) yang dipresentasikan dalam mk. Kolokium, (3) menyelesaikan tugas akhir (hasil kajian) yang dipresentasikan dalam mk. Seminar, dan (4) melakukan sidang ujian tugas akhir sebagai puncak dari selesainya kegiatan belajar-mengajar.
  5. Tugas Akhir pada PS MPI berupa studi kasus yang terkait dengan pengembangan proyek, kewirausahaan, kajian mandiri dan magang. Dalam melakukan tugas tersebut, mahasiswa dapat memilih bidang kajian yang terkait dengan manajemen, kewirausahaan, pemberdayaan, teknologi dan isu-isu relevan/mutakhir. Tugas tersebut menggunakan nama Tugas Akhir (nama lain dari Tesis yang biasa digunakan SPs untuk program magister sains). Tugas Akhir tersebut didefinisikan sebagai karya terapan bukan percobaan yang mengkaji masalah konkrit di perusahaan/lingkungan tertentu (kasus), maupun bukan perusahaan/lingkungan tertentu dengan penguasaan perangkat analisis (konsep) dan metodologi berbasis ilmu pengetahuan (teori) yang dapat memberikan solusi praktis maupun strategis.

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2011 MPI IPB. All Rights Reserved.