Mahasiswa Lakukan Kunjungan Lapang ke IKM di Bogor, Dorong Sinergi Sektor Berkelanjutan
Mahasiswa Lakukan Kunjungan Lapang ke IKM di Bogor, Dorong Sinergi Sektor Berkelanjutan
Bogor, 25 April 2026 — Sebanyak 13 mahasiswa bersama 2 dosen pendamping melaksanakan kegiatan kunjungan lapang ke sejumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah Bogor. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Sektor Pertanian, Pangan, dan Manufaktur yang Berkelanjutan dalam Memperkuat Daya Saing IKM Nasional.” Kunjungan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman lapangan, tetapi juga membangun pemahaman komprehensif mahasiswa terhadap keterkaitan sektor hulu hingga hilir dalam ekosistem IKM, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, hingga manufaktur dan pemasaran produk.
Kunjungan pertama dilaksanakan di Green House & Farm Daarul Rahman (DR) 2 yang berlokasi di Desa Sibanteng, Leuwiliang, Bogor. Pada lokasi ini, mahasiswa mempelajari pengelolaan hortikultura organik berbasis greenhouse sebagai fondasi sektor hulu. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai teknik budidaya ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pentingnya menjaga kualitas hasil pertanian untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin peduli terhadap produk sehat dan berkelanjutan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi IKM Fisnack di wilayah Klapatujuh, Sukawening, Dramaga. Pada sektor pangan ini, mahasiswa mengamati proses produksi olahan kulit ikan yang memiliki nilai tambah tinggi. Kegiatan ini memberikan gambaran tentang bagaimana inovasi mampu mengubah limbah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menekankan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam proses pengolahan.
Kunjungan terakhir dilakukan ke IKM Yogitas yang berlokasi di Cibeureum, Sukawening, Dramaga. Di sektor manufaktur, mahasiswa mempelajari proses produksi tas, mulai dari perancangan desain hingga tahap akhir produksi. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai manajemen usaha kecil, strategi pemasaran, serta pentingnya menjaga kualitas produk untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui rangkaian kunjungan ini, mahasiswa memperoleh gambaran utuh mengenai alur integrasi antar sektor, dari pertanian sebagai penyedia bahan baku, pengolahan pangan sebagai pencipta nilai tambah, hingga manufaktur sebagai penghasil produk akhir. Sinergi ini menjadi kunci dalam memperkuat daya saing IKM nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkuat keterhubungan antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan. Diharapkan, pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan IKM yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.