PS MPI SPs IPB University dan PT Pegadaian Jajaki Kerja Sama Strategis Pengembangan SDM di Era Transformasi Industri
PS MPI SPs IPB University dan PT Pegadaian Jajaki Kerja Sama Strategis Pengembangan SDM di Era Transformasi Industri
Bogor, 15 April 2026 — Program Studi Pengembangan Industri Kecil Menengah (PS MPI) Sekolah Pascasarjana IPB University (SPs IPB University) menginisiasi penjajakan kerja sama dengan PT Pegadaian dalam rangka penerimaan mahasiswa baru serta pengembangan program. Pertemuan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif di tengah dinamika global.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni SPs IPB University Prof. Aris Purwanto, Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Dr. Perdinan, serta Dr. Warcito dari Divisi Kerjasama dan Pengembangan Program Studi MPI. Sementara itu, dari pihak PT Pegadaian hadir Chief Transformation Officer Bpk Rully Yusuf, Bpk Ferry Hariawan, Bpk Imam Subekti, Zamaya Azahra, dan Oktavindya.
Dalam pengantarnya, Prof. Aris Purwanto menekankan bahwa SPs IPB University terus mengembangkan program multidisiplin sebagai respons terhadap kompleksitas tantangan industri saat ini. Salah satu program unggulan, yaitu Magister Pengembangan Industri Kecill Menengah (MPI), dirancang untuk menjembatani kebutuhan praktis dunia kerja dengan pendekatan akademik yang aplikatif.
Dr. Warcito kemudian memaparkan secara komprehensif mengenai Program Studi MPI, mulai dari tujuan, struktur kurikulum, jadwal perkuliahan yang fleksibel, hingga persyaratan dan skema biaya pendidikan. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi para profesional yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan aktivitas kerja secara penuh.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme dari pihak PT Pegadaian terhadap peluang pengembangan SDM melalui jalur pendidikan lanjut. Imam Subekti menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi karyawan dalam merencanakan pengembangan diri dan karier ke depan.
Sejalan dengan itu, Dr. Perdinan menjelaskan berbagai opsi pembiayaan yang fleksibel, termasuk kemungkinan masa studi selama 18 bulan dengan tugas akhir berupa Master Project tanpa tesis. Skema ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri yang menekankan pada solusi nyata dan implementatif. Selain itu, kerja sama juga dapat mencakup pembiayaan pendidikan, pengembangan institusi, serta integrasi sertifikasi profesional dalam satu paket kolaborasi.
Pihak PT Pegadaian, melalui Rully Yusuf, turut menggali lebih dalam terkait mekanisme pendaftaran, skema beasiswa, serta model kerja sama yang telah dijalankan IPB dengan institusi lain, seperti perbankan dan mitra internasional. Diskusi ini membuka peluang adanya skema pembiayaan inovatif, termasuk sistem cicilan atau pemotongan gaji (autodebet) yang dapat meringankan peserta didik.
Dalam konteks saat ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi semakin krusial. Transformasi digital, disrupsi teknologi, serta tuntutan kompetensi global mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas SDM-nya. Di sisi lain, perguruan tinggi dituntut untuk menghadirkan program yang tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.
Peluang dari kerja sama ini cukup besar, terutama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik. Program seperti MPI berpotensi melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kemampuan problem solving yang kontekstual di dunia industri.
Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah bagaimana merancang skema kerja sama yang saling menguntungkan tanpa memberatkan peserta, seperti pengalaman sebelumnya terkait beasiswa dengan klausul tertentu yang dinilai cukup berat. Selain itu, diperlukan komitmen jangka panjang dari kedua belah pihak untuk memastikan keberlanjutan program serta kualitas lulusan yang dihasilkan.
Menutup diskusi, kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti inisiasi ini dengan pembahasan lebih teknis terkait paket kerja sama yang memungkinkan. PT Pegadaian juga menyatakan akan melakukan elaborasi internal guna merumuskan model kolaborasi yang paling sesuai.
Melalui langkah awal ini, diharapkan terbangun kemitraan strategis yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu karyawan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan institusi dan daya saing bangsa di tengah perubahan global yang semakin cepat.